Langsung ke konten utama

Postingan

Matan Jazari: Kesempurnaan Harakat

Imam Ath Thiby berkata: وَكُلُ مَضْمُومٍ فَلَنْ يَتِمَا      إِلاَّ بِضَمِ الشَّفَتَيءنِ ضَمًا وَذُنْخِفَاضَ بِاانْخِفَاضِ لِلْفَمِ      يَتِمَ وَالْمَفْتُوْحُ بِالْفَتْحِ أفْهَمِ Dan untuk dhommah, maka harus memonyongkan bibir Dan untuk kasrah, maka harus merendahkan rahang. Dan untuk fathah,maka harus membuka rahang

Matan Jazari: Isti'adzah dan Basmalah

1.       Cara membaca isti’adzah dan basmalah pada awal surat: -           Waqaf di semua tempat (isti’adzah, basmalah dan awal surat) -           Washal di semua tempat -           Washal di isti’adzah dna basmalah, kemudian qotho’ di awal surat -           Memisahkan isti’adzah dengan basmalah, lalu meyambung basmalah dengan awal surat Tertulis dalam Taqribal Ma’ani Syarah Hizual Amani: إ ِذَا مَا أَوَدْتَ الدَّهْرَ تَقْرَأَ فَسْتَعِذْ     جِهَا رَأَ مِنَ الشَّيْطاَنِ بِا للهِ مُسْجَلآ عَلَي مَا أَتَي فِي النَّحْلِ يُسْرَأَ وَإِنْ تَزِدْ      لِرَبِّكَ تَنْزِيْهَا فَلَسْتَ مُجَهَّلآَ وَقَدْ ذَكَرُ وْا لَفْظُ الرَّسُوْلِ فَلَمْ يَزِدْ      وَلَوْ مَعَ هَذَا لنَّقْلُي لَمْ يُبْقِ مُجْمَلاَ Qurra’ ...

Matan Jazari: Lahn

Lahn secara bahasa adalah kesalahan. Secara istilah adalah kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam membaca Al Qur’an, baik dari segi i’rob maupun tajwidnya. Ada dua jenis lahn, yakni: 1.        Lahn Jalli Lahn Jalli adalah kesalahan yang terjadi pada kata-kata didalam Al Qur’an, baik yang mengubah makna maupun tidak. Lahn jenis ini dapat diketahui oleh semua orang yang mendengarnya. Lahn Jalli terbagi menjadi beberapa jenis: a.        Lahn Jalli didalam Huruf Ada beberapa macam, yakni: -           Tertukarnya satu huruf satu dengan huruf lainnya. Contoh: عِيْشَةً رَا ض ِيَة menjadi عِيْشَةً رَا دِ يَة -           Menambahkan huruf dalam satu kata. Contoh: وَلِتَ سْ ئَلُوْنَ menjadi وَلِتَ سَ ئَلُوْنَ -           Mengurangi huruf dalam satu kata. Contoh: و َل َتَمُوْا ت...

Matan Jazari: Tingkatan Bacaan Al Qur'an yang Shahih

وَرَتِّلِ الْقُرْأَنَ تَرْتيْلاً “...Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.” (QS. Al Muzammil: 4) Al Qur’an adalah firman-firman Allah SWT yang diturunkan secara mutawatir kepada Rosulullah SAW yang bernilai ibadah ketika membacanya. Dia adalah kitabul hidayah yang dalam membacanya memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan kitab apapun di dunia ini. Ayat diatas tadi secara jelas telah mengisyaratkan kepada kita tentang keharusan untuk membaca Al Qur’an secara baik dan benar. Bacaan yang baik dan benar inilah yang disebut dengan tartil, yaitu mampu mentajwidkan huruf-hurufnya serta memahami tempat-tempat pemberhentiannya. Secara umum terdapat tiga prinsip utama agar kita dapat membaca Al Qur’an dengan tartil, yakni: 1.        Fasih melafalkan huruf dalam berbagai kondisi 2.        Konsisten dengan harakat 3.        Menguasai pembacaan ayat-ayat asing/ gha...

Matan Jazari: Rukun Bacaan Al Qur'an yang Shahih

Ibnu Al Jazary berkata dalam matan Thoyyibah an Nasyr: فَكُلُّ مَاوَاَفَقَ وَجْهَ نَحْوِ      وَكَا نَ لِرَّسْمِ احْتَمَالاً يَحْوِي وَصَحَّ إِسْنَادًا هُوَالْقُرْأَنُ      فَهَذِهِ الثَّلاَ ثَةُ الأرْكَانُ وَحَيْثُمَا يَخْتَلٌ رَكْنٌ أَثْبِتِ       شُذُوْذَهُ لَوْ أَنَّهُ فِي السَّبْعَةِ Segala bacaan yang sesuai dengan kaidah nahwu. Dan sesuai dengan Rasm (Utsmani) dalam Al Qur’an walaupun ikhtimal Dan sanad Al Qur’an yang shahih (tersambung kepada Rosulullah SAW) Inilah tiga rukun (yang harus terpenuhi untuk kesempurnaan Al Qur’an) Jika ada yang kurang dari ketiga rukun tersebut, maka dianggap cacat. Meskipun, tujuh huruf. Berdasarkan penggalan matan diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa rukun bacaan Al Qur’an yang shahih ada 3: 1.        Apa yang dibaca sesuai dengan kaidah bahasa arab (nahwu) 2.        Apa yang diba...

Matan Jazari: Pembagian Huruf dalam Ilmu Tajwid

Menurut Imam Ath Thiby dalam matannya bahwa huruf terbagi menjadi 3 macam, yakni: وَاسْتَعْمَلُوْأَيْضًا حُرُوْفَا زَائِدَةْ     عَليَ الَّذِي قَدَّمَتْهُالْفَائِدَةْ كَقَصْدِ تَخْفِيْفَ وَقَدْ تَفَزَّفَتْ     مِنْ تِلْكَ كَالْهَمْزَةَ حِيْنَ سُهِّلَتْ 1.       Huruf Ma’ani Huruf ma’ani adalah huruf yang memiliki makna meskipun berdiri sendiri. Contoh: وَ, بِ, لاَ 2.      Huruf Mabani Huruf mabani adalah huruf yang akan memiliki makna jika digabungkan dengan huruf lainnya. Contoh: قَ + لَ = قَلَ Huruf mabani, terbagi menjadi 2 macam, yakni: ü   Huruf Ashli Huruf ashli adalah huruf yang memiliki bunyi dan bentuk. Huruf ashli ini terbagi lagi menjadi 2 macam: ·          Huruf Hija’i Huruf hija’i adalah huruf yang bisa ditulis semua tapi tidak bisa dibaca seluruhnya. Dalam hal ini, huruf alif ( ا ) dan hamzah ( ء ) adalah...