1.
Cara membaca isti’adzah dan basmalah pada
awal surat:
-
Waqaf di semua
tempat (isti’adzah, basmalah dan awal surat)
-
Washal di semua
tempat
-
Washal di
isti’adzah dna basmalah, kemudian qotho’ di awal surat
-
Memisahkan
isti’adzah dengan basmalah, lalu meyambung basmalah dengan awal surat
Tertulis
dalam Taqribal Ma’ani Syarah Hizual Amani:
إِذَا مَا أَوَدْتَ الدَّهْرَ
تَقْرَأَ فَسْتَعِذْ جِهَا رَأَ مِنَ
الشَّيْطاَنِ بِا للهِ مُسْجَلآ
عَلَي مَا أَتَي فِي النَّحْلِ
يُسْرَأَ وَإِنْ تَزِدْ لِرَبِّكَ
تَنْزِيْهَا فَلَسْتَ مُجَهَّلآَ
وَقَدْ ذَكَرُ وْا لَفْظُ
الرَّسُوْلِ فَلَمْ يَزِدْ وَلَوْ مَعَ
هَذَا لنَّقْلُي لَمْ يُبْقِ مُجْمَلاَ
Qurra’
sepakat membaca ta’awudz dengan jahr sebelum memulai membaca Al Qur’an
Contoh
ringkasnya pada QS. An Nahl. Atau bisa juga ditambahkan lafadz lain yang
bersifat mengagungkan Allah SWT
Namun,
(tambahan) tersebut tidak ada hadits shahih yang menyebutkan selain dari nash
Al Qur’an yang penjelasannya masih umum
2.
Cara membaca isti’adzah ketika memulai QS.
At Taubah:
-
Waqaf seluruhnya
selain basmalah
-
Washal seluruhnya
selain basmalah
Tidak ada basmalah dalam membaca QS. At Taubah
dikarenakan surat ini turun pada saat peperangan. Basmalah merupakan kalimat
rahmat, sementara peperangan tentu saja sangat bertolak belakang dengan itu.
Tertulis
dalam Taqribal Ma’ani Syarah Hizual Amani:
وَلاَبُدَّ
مِنْهَا فى ابْتِدَاءِكَ سُوْرَةٌ
سِوَا هَا وَفىِ الاَجْزَاءِ خَيْرَ مَنْ تَلاَ
وَمَهْمَا
تَصِلْهَا أَوْ بَدَءَتَبَرَا ءَةٌ
لِتُنْزِيْلِهَا بِا السَّيْفِ لَسْتَ مُبَسْمِلاَ
وَمَهْمَا
تَصْلِهَامَعْوَاخِرِسُوْرَةٌ فَلآَ
تَقِفَنِّ الرَّهْرَفِيْهَا فَتَثْقُلاَ
Qurra’
sepakat membaca basmalah ketika memulai membaca awal surat. Kecuali, QS. At
Taubah. Sedangkan awal juz, hizb atau pertengahan surat, diperbolehkan untuk
tidak membaca basmalah
Membaca
basmalah tidak diperbolehkan ketika menyambung atau memulai QS. At Taubah
dikarenakan surat ini turun pada waktu terjadi peperangan
Pada
waktu menyambung akhir surat tidak boleh waqaf pada basmalah
3.
Cara membaca basmalah diantara 2 surat:
-
Waqaf secara
keseluruhan
-
Washal secara
keseluruhan
-
Waqaf di akhir
surat, lalu menyambungkan basmalah dengan awal surat
-
Waqaf di akhir
surat dan basmalah, lalu memulai lagi diawal surat (berhenti dengan cara ini
dilarang karena basmalah bukan merupakan bagian dari akhir sebuah surat).
Tertulis
dalam Taqribal Ma’ani Syarah Hizual Amani:
وَبَسْمَلَ
بَيْنَالسُّوْرَ تَيْنِ بِسُنَّةً رِجَا
لٌ نَمُوْهَا دِرْيَةٌ وَتَحَمُّلاَ
وَوَصُلَكَ
بَيْنَءسُوْرَتَيْنِ فَصَا حَةٌ وَصِلْ
وَاسْكُتَنْ كُلِّ جَلاَيَا هُ حَصَّلَا
Al Kisa’i, Ashim dan Ibnu Katsir membaca
basmalah ketika menyambung dua surat
Hamzah membaca dengan tanpa basmalah ketika
menyambung dua surat. Ibnu Katsir, Warsy dan Abu Amr membaca washal dan saktah
4.
Cara membaca akhir QS. Al Anfal dan awal
QS. At Taubah:
اِنَّاللهَ
بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ. بَرَاءَةٌمِّنَاللهِ................
-
Waqaf tanpa basmalah
-
Washal tanpa basmalah
-
Saktah tanpa basmalah
5.
Cara membaca mim pada lafadz ا لم dan الله dalam QS. Ali Imron:
-
Waqaf di م dengan panjang 6 harakat. Lalu, memulai
membaca lafadz الله
-
Washal ا لم dengan lafadz الله
dengan panjang 6 harakat dan م dibaca dengan harakat fathah
-
Washal ا لم dengan lafadz الله
dengan panjang 2 harakat dan م dibaca dengan harakat fathah
الم. اللهُ لاَاِلَهَ......
Komentar
Posting Komentar