Langsung ke konten utama

Matan Jazari: Tingkatan Bacaan Al Qur'an yang Shahih



وَرَتِّلِ الْقُرْأَنَ تَرْتيْلاً

“...Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.” (QS. Al Muzammil: 4)

Al Qur’an adalah firman-firman Allah SWT yang diturunkan secara mutawatir kepada Rosulullah SAW yang bernilai ibadah ketika membacanya. Dia adalah kitabul hidayah yang dalam membacanya memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan kitab apapun di dunia ini.

Ayat diatas tadi secara jelas telah mengisyaratkan kepada kita tentang keharusan untuk membaca Al Qur’an secara baik dan benar. Bacaan yang baik dan benar inilah yang disebut dengan tartil, yaitu mampu mentajwidkan huruf-hurufnya serta memahami tempat-tempat pemberhentiannya.

Secara umum terdapat tiga prinsip utama agar kita dapat membaca Al Qur’an dengan tartil, yakni:

1.       Fasih melafalkan huruf dalam berbagai kondisi

2.       Konsisten dengan harakat

3.       Menguasai pembacaan ayat-ayat asing/gharibah

Imam Ibnu Al Jazary berkata dalam matan Thoyyibah an Nasyr:

وَيَقْرَأُالْقُرْأَنُ بِا التَّحْقَيْقَ مَعْ     حَدْرٍ وَتَدْوِيْرٍ وَ كُلٌّ مُتَّبَعْ

Dan bacalah Al Qur’an dengan bacaan tahqiq (perlahan), hadr (cepat) dan tadwir (sedang). Semua boleh dipraktekkan (dengan tanpa meninggalkan kaidah tartil)

Berdasarkan penggalan matan diatas, dapat kita simpulkan bahwa terdapat 3 jenis tingkatan dalam bacaan Al Qur’an, yakni sbb:

1.       Tahqiq
Tahqiq adalah membaca Al Qur’an dengan perlahan disertai dengan bacaan yang benar tanpa adanya penambahan atau pengurangan, serta memberikan haq dan mustahaq pada setiap hurufnya. Tahqiq sangat cocok jika diaplikasikan dalam metode pembelajaran.

2.       Hadr
Hadr adalah membaca Al Qur’an dengan cepat, namun tetap memperhatikan tajwidnya.

3.       Tadwir
Tadwir adalah membaca Al Qur’an dengan kecepatan sedang antara cepat dan perlahan.

Tartil, dalam hal ini tidak mempunyai tingkatan khusus. Siapapun bisa tartil pada tingkatan tahqiq, hadr maupun tadwir dengan latihan yang sungguh-sungguh. Imam Ibnul Jazary berkata dalam matan Al Jazary bait ke-33:

وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ تَرْكِهِ     إِلاَّرِيَاضَةُامْرَئٍ بِفَقِّهِ

Dan tidak ada perbedaan antara yang fasih dengan yang terbata-bata. Melainkan karena faktor latihan rahangnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matan Jazari: Isti'adzah dan Basmalah

1.       Cara membaca isti’adzah dan basmalah pada awal surat: -           Waqaf di semua tempat (isti’adzah, basmalah dan awal surat) -           Washal di semua tempat -           Washal di isti’adzah dna basmalah, kemudian qotho’ di awal surat -           Memisahkan isti’adzah dengan basmalah, lalu meyambung basmalah dengan awal surat Tertulis dalam Taqribal Ma’ani Syarah Hizual Amani: إ ِذَا مَا أَوَدْتَ الدَّهْرَ تَقْرَأَ فَسْتَعِذْ     جِهَا رَأَ مِنَ الشَّيْطاَنِ بِا للهِ مُسْجَلآ عَلَي مَا أَتَي فِي النَّحْلِ يُسْرَأَ وَإِنْ تَزِدْ      لِرَبِّكَ تَنْزِيْهَا فَلَسْتَ مُجَهَّلآَ وَقَدْ ذَكَرُ وْا لَفْظُ الرَّسُوْلِ فَلَمْ يَزِدْ      وَلَوْ مَعَ هَذَا لنَّقْلُي لَمْ يُبْقِ مُجْمَلاَ Qurra’ ...

Matan Jazari: Pembagian Huruf dalam Ilmu Tajwid

Menurut Imam Ath Thiby dalam matannya bahwa huruf terbagi menjadi 3 macam, yakni: وَاسْتَعْمَلُوْأَيْضًا حُرُوْفَا زَائِدَةْ     عَليَ الَّذِي قَدَّمَتْهُالْفَائِدَةْ كَقَصْدِ تَخْفِيْفَ وَقَدْ تَفَزَّفَتْ     مِنْ تِلْكَ كَالْهَمْزَةَ حِيْنَ سُهِّلَتْ 1.       Huruf Ma’ani Huruf ma’ani adalah huruf yang memiliki makna meskipun berdiri sendiri. Contoh: وَ, بِ, لاَ 2.      Huruf Mabani Huruf mabani adalah huruf yang akan memiliki makna jika digabungkan dengan huruf lainnya. Contoh: قَ + لَ = قَلَ Huruf mabani, terbagi menjadi 2 macam, yakni: ü   Huruf Ashli Huruf ashli adalah huruf yang memiliki bunyi dan bentuk. Huruf ashli ini terbagi lagi menjadi 2 macam: ·          Huruf Hija’i Huruf hija’i adalah huruf yang bisa ditulis semua tapi tidak bisa dibaca seluruhnya. Dalam hal ini, huruf alif ( ا ) dan hamzah ( ء ) adalah...

Matan Jazari: Lahn

Lahn secara bahasa adalah kesalahan. Secara istilah adalah kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam membaca Al Qur’an, baik dari segi i’rob maupun tajwidnya. Ada dua jenis lahn, yakni: 1.        Lahn Jalli Lahn Jalli adalah kesalahan yang terjadi pada kata-kata didalam Al Qur’an, baik yang mengubah makna maupun tidak. Lahn jenis ini dapat diketahui oleh semua orang yang mendengarnya. Lahn Jalli terbagi menjadi beberapa jenis: a.        Lahn Jalli didalam Huruf Ada beberapa macam, yakni: -           Tertukarnya satu huruf satu dengan huruf lainnya. Contoh: عِيْشَةً رَا ض ِيَة menjadi عِيْشَةً رَا دِ يَة -           Menambahkan huruf dalam satu kata. Contoh: وَلِتَ سْ ئَلُوْنَ menjadi وَلِتَ سَ ئَلُوْنَ -           Mengurangi huruf dalam satu kata. Contoh: و َل َتَمُوْا ت...