Menurut
Imam Ath Thiby dalam matannya bahwa huruf terbagi menjadi 3 macam, yakni:
وَاسْتَعْمَلُوْأَيْضًا
حُرُوْفَا زَائِدَةْ عَليَ الَّذِي
قَدَّمَتْهُالْفَائِدَةْ
كَقَصْدِ تَخْفِيْفَ وَقَدْ
تَفَزَّفَتْ مِنْ تِلْكَ كَالْهَمْزَةَ
حِيْنَ سُهِّلَتْ
1.
Huruf Ma’ani
Huruf ma’ani adalah huruf yang memiliki
makna meskipun berdiri sendiri. Contoh: وَ,
بِ, لاَ
2.
Huruf Mabani
Huruf mabani adalah huruf yang akan
memiliki makna jika digabungkan dengan huruf lainnya. Contoh: قَ + لَ = قَلَ
Huruf mabani, terbagi menjadi 2 macam,
yakni:
ü Huruf Ashli
Huruf ashli
adalah huruf yang memiliki bunyi dan bentuk. Huruf ashli ini terbagi lagi
menjadi 2 macam:
·
Huruf Hija’i
Huruf hija’i
adalah huruf yang bisa ditulis semua tapi tidak bisa dibaca seluruhnya. Dalam
hal ini, huruf alif (ا) dan hamzah (ء) adalah huruf yang bisa ditulis, namun
tidak bisa dibaca kecuali jika disandingkan dengan huruf lain. Jumlah huruf
hija’i ada 29 ,
(ا ب ت ث ج ح خ
د ذ رز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه ء
ي )
Sesuai
dengan perkataan Imam Ath Thiby dalam matannya:
وَعِدَّةُالْحُرُوْفِ لَلْهِجَا
ءِ تِسْعٌ وَعِشْرُوْنَبِلاَامْتَرَاءِ
·
Huruf Abjad
Huruf abjad
adalah huruf yang bisa ditulis sekaligus bisa juga dibaca. Jumlah huruf abjad
ada 28:
(ا ب ت ث ج ح خ
د ذ رز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و ه
ي )
Huruf abjad
terbagi lagi menjadi 2 macam, yakni:
Ø Huruf Masyriq
Huruf
masyriq biasa digunakan sebagai kode bait dalam sebuah matan. Adapun
huruf-hurufnya terkumpul dalam kalimat berikut,
اَبْجَدْ هَوَزْ حُطِيْ كَلَمَنْ
سَعْفَصْ قَرَشَتْ ثَخَذْ ضَظَغْ
Ø Huruf Maghrib
Huruf
maghrib biasa digunakan sebagai kode qira’at. Adapun huruf-hurufnya terkumpul
dalam kalimat berikut,
اَبَجْ دَهَزْ حُطِيْ كَلَمَنْ
نَصَعْ فَضَقْ رَسَتْ ثَخَذْ ظَغَشْ
ü Huruf Far’i
Huruf far’i
adalah huruf yang memiliki bunyi tapi tidak memiliki bentuk. Ada 8 macam huruf
far’i, yakni:
·
Tashil
Tashil
merupakan bunyi antara diantara dua bunyi lafadz. Antara hamzah fathah dan ha
untuk tashil di fathah. Antara hamzah kasrah dan ya untuk tashil di kasrah.
Dan, antara hamzah dhommah dan waw untuk tashil di dhommah. Misalnya, lafadz اَءُ
dibaca dengan bunyi bacaan diantara اَوُ dan اَءُ. Contoh lain misalnya pada kalimat اَالذَّ كَرَيْنِ.
·
Imalah
Imalah
artinya memiringkan bacaan dari huruf vocal i menjadi e. Contoh
pada kalimat مَجْرِيْهَا dibaca majrehaa
·
ن ikhfa
Munculnya
bunyi samar ketika نْ bertemu huruf-huruf ikhfa. Contoh: كُنْتُمْ
·
م ikhfa
Munculnya
bunyi samar ketika مْ bertemu huruf ب . Contoh: اَمْبِئْهُمْ
·
ي musyammah bi و
Masuknya
bunyi huruf و pada saat melafadzkan huruf ي. Contoh: قِيْلَ
dibaca kwila
·
ص musyammah bi ز
Masuknya
bunyi huruf ز pada saat melafadzkan huruf ص. Contoh:
الصِّراَطَ dibaca
Ziratha
·
ا tafhim
Yakni ا
yang dibaca tebal, mengikuti huruf tafhim sebelumnya. Contoh: غَا, خَا
·
ل
tafhim
Yakni ل
yang dibaca tebal pada lafadz jalalah (الله) yang diawali harakat fathah atau dhommah.
Contoh: سُبْحَا نَاللهُ
3.
Tujuh huruf
Tujuh huruf ini meliputi beberapa
perbedaan, yakni:
ü
Perbedaan isim
Contoh: مَسَاجِد
menjadi مَسْجِد
ü
Perbedaan fi’il
Contoh: قُلْ
jadi قَا لَ
ü
Perbedaan i’rob
Contoh: Pada
QS. Al Baqarah: 37, وَلاَ تُسْئَلُ menjadi وَلاَ
تَسْئَلُ
ü Menambah dan mengurangi
Contoh: Pada
QS. Ali Imron: 133, huruf و hilang. وَسَا
رِعُواْ menjadi سَا رِعُوْا
ü
Taqdim dan ta’khir
Contoh: Pada
QS. Al Muthaffifin: 26, خِتَمُهُ menjadi خَتِمُهُ
ü
Perubahan bentuk huruf atau harakat
Contoh: فَتَبَيَّنُوْ menjadi فَتَبَثَّتُوْ
ü Perubahan lahjah atau dialek
Kalimat وَالضُّحَي
dalam QS. Ad Duha: 1, yang dibaca wadduhee
Berbagai macam perbedaan ini
salah satunya diakibatkan oleh belum ditetapkannya tanda titik pada tulisan Al
Qur’an, baik itu titik i’jab maupun i’rob. Berikut ini, adalah
salah satu contoh naskah Al Qur’an kuno sebelum titik i’jab dan i’rob
ditemukan. Hal inilah yang kemudian mengilhami Abu Aswad Ad Duali menciptakan
titik i’jab pada teks Al Qur’an. Berikut adalah salah satu contoh naskah Al Qur'an kuno sebelum penemuan titik i'jab dan i'rob.

Komentar
Posting Komentar