Syaikh Ash Shobaan berkata:
إِنَّ مَبَادَيكُلَّ فَنٍّ عَشْرَةْ اَلْحَدُّ والْمَوْضُوْعُ ثُمَّ الثَّمَرَةْ
وَفَضْلُهُ وَنِسْبَةٌ وَالْوَا ضِعُ وَلاِسْمُالاِسْتِمْدَادُ حُكْمُالشَّارِغُ
مَسَا ئِلٌ وَالْبَعْضِ اكْتَفَي
وَمَنْ دَرَي الْجَمِيْعِ حَازَ الشَّرَافَا
Sesungguhnya,
dasar ilmu (secara umum) itu ada sepuluh. Pertama, ta’rif (definisi). Kedua,
maudlu (objek bahasan ilmu). Kemudian, yang ketiga adalah tsamarah (manfaat)
Keempat,
fadhilah (keutamaan). Kelima, nisbat (hubungan). Keenam, wadhi’u (pencetus).
Ketujuh, al lismu (nama ilmu). Kedelapan, al istimdadu (landasan). Kesembilan,
hukum syari’
Kesepuluh,
masa’ilun (permasalahan). Satu sama lain saling melengkapi dan menyempurnakan.
Maka, barangsiapa mengetahui kesepuluh dasar ini akan mendapatkan kemuliaan
Komentar
Posting Komentar