Langsung ke konten utama

Matan Jazari: Dasar Ilmu Tajwid


Syaikh Ash Shobaan berkata:

إِنَّ مَبَادَيكُلَّ فَنٍّ عَشْرَةْ     اَلْحَدُّ والْمَوْضُوْعُ ثُمَّ الثَّمَرَةْ
وَفَضْلُهُ وَنِسْبَةٌ وَالْوَا ضِعُ     وَلاِسْمُالاِسْتِمْدَادُ حُكْمُالشَّارِغُ
مَسَا ئِلٌ وَالْبَعْضِ اكْتَفَي     وَمَنْ دَرَي الْجَمِيْعِ حَازَ الشَّرَافَا

Sesungguhnya, dasar ilmu (secara umum) itu ada sepuluh. Pertama, ta’rif (definisi). Kedua, maudlu (objek bahasan ilmu). Kemudian, yang ketiga adalah tsamarah (manfaat)

Keempat, fadhilah (keutamaan). Kelima, nisbat (hubungan). Keenam, wadhi’u (pencetus). Ketujuh, al lismu (nama ilmu). Kedelapan, al istimdadu (landasan). Kesembilan, hukum syari’

Kesepuluh, masa’ilun (permasalahan). Satu sama lain saling melengkapi dan menyempurnakan. Maka, barangsiapa mengetahui kesepuluh dasar ini akan mendapatkan kemuliaan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matan Jazari: Pembagian Huruf dalam Ilmu Tajwid

Menurut Imam Ath Thiby dalam matannya bahwa huruf terbagi menjadi 3 macam, yakni: وَاسْتَعْمَلُوْأَيْضًا حُرُوْفَا زَائِدَةْ     عَليَ الَّذِي قَدَّمَتْهُالْفَائِدَةْ كَقَصْدِ تَخْفِيْفَ وَقَدْ تَفَزَّفَتْ     مِنْ تِلْكَ كَالْهَمْزَةَ حِيْنَ سُهِّلَتْ 1.       Huruf Ma’ani Huruf ma’ani adalah huruf yang memiliki makna meskipun berdiri sendiri. Contoh: وَ, بِ, لاَ 2.      Huruf Mabani Huruf mabani adalah huruf yang akan memiliki makna jika digabungkan dengan huruf lainnya. Contoh: قَ + لَ = قَلَ Huruf mabani, terbagi menjadi 2 macam, yakni: ü   Huruf Ashli Huruf ashli adalah huruf yang memiliki bunyi dan bentuk. Huruf ashli ini terbagi lagi menjadi 2 macam: ·          Huruf Hija’i Huruf hija’i adalah huruf yang bisa ditulis semua tapi tidak bisa dibaca seluruhnya. Dalam hal ini, huruf alif ( ا ) dan hamzah ( ء ) adalah...

Matan Jazari: Isti'adzah dan Basmalah

1.       Cara membaca isti’adzah dan basmalah pada awal surat: -           Waqaf di semua tempat (isti’adzah, basmalah dan awal surat) -           Washal di semua tempat -           Washal di isti’adzah dna basmalah, kemudian qotho’ di awal surat -           Memisahkan isti’adzah dengan basmalah, lalu meyambung basmalah dengan awal surat Tertulis dalam Taqribal Ma’ani Syarah Hizual Amani: إ ِذَا مَا أَوَدْتَ الدَّهْرَ تَقْرَأَ فَسْتَعِذْ     جِهَا رَأَ مِنَ الشَّيْطاَنِ بِا للهِ مُسْجَلآ عَلَي مَا أَتَي فِي النَّحْلِ يُسْرَأَ وَإِنْ تَزِدْ      لِرَبِّكَ تَنْزِيْهَا فَلَسْتَ مُجَهَّلآَ وَقَدْ ذَكَرُ وْا لَفْظُ الرَّسُوْلِ فَلَمْ يَزِدْ      وَلَوْ مَعَ هَذَا لنَّقْلُي لَمْ يُبْقِ مُجْمَلاَ Qurra’ ...

Matan Jazari: Bab Muqoddimah 2

Bait ke-2 dan 3 اَلْحَمْدُ لِلهِ وَ صَلَّي اللهُ      عَلَي نَبِىِّهِ وَ مُصْطَفاَ هُ مُحَمَّدٍ وَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ      وَ مُقْرِئِ الْقُرْانِ مَعْ مُحِ بِّهِ Segala puji bagi Allah, shalawat-Nya semoga tercurah kepada nabi-Nya dan hamba pilihan-Nya (Yaitu, baginda nabi) Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya dan orang yang mengajarkan Al Qur’an beserta orang-orang yang mencintainya Bait ini, berbicara tentang sholawat ( صلي ). Allah SWT berfirman dalam QS. Al Ahzab: 56, اِنَّ اللهَ وَمَلَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَليَ النَّبِيِّ. ياَ اَيُّهَا الَذِيْنَ اَ مَنوْا صَلّوْ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْماً. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” Adapun sholawat terbagi menjadi 3 jenis: 1.        Sholawat dari Allah SWT yang berarti rah...