Bait ke-5 sd 8
إِدْوَا جِبٌ عَلَيْهِمُ مُحَتَّمُ قَبْلَ الشُّرُوْعُ اَوَّلاً اَنْ يَعْلَمُ
مَخاَرِجَ الْحُرُوفِ وَالصِّفاَتِ لِيَلْفِظُوا بِأَفْصَحِ الُّغاَتِ
مُحَرِّرَي التَّجْوِيْدِ وَالْمَوَا قِفِ وَمَا الَّذِي رُسِّمَ فِي الْمَصَا حِفِ
مِنْ كُلِّ مَقْطُوْ عٍ وَمَوْصُوْلٍ بِهَا وَتَاءِ أُنْثَي لَمْ تَكُنْ تُكْتَبْ بِهَا
Karena bagi
mereka yang hendak membaca Al Qur’an (dengan tartil), sangat wajib mengetahui
Pertama,
makhraj setiap huruf beserta sifatnya, agar dapat mengucapkannya dengan bentuk bahasa
yang paling fasih
(Selanjutnya,
wajib juga mengetahui) ilmu tajwid yang telah ditahqiq (dengan sempurna),
(diantaranya) tentang tanda-tanda berhenti (waqaf dan ibtida) dna juga apa yang
telah dituliskan dalam mushaf Utsmani
Yaitu dari
setiap lafadz yang dipisah, disambung dan ta’ ta’nis yang ditulis dalam bentuk
(ta’ marbuthah, yang ketika dibaca berhenti/waqaf maka berubah menjadi) ha
Apa itu ilmu tajwid?
Ilmu tajwid merupakan ilmu
tentang penjagaan keaslian Al Qur’an dari sisi riwayat (bunyi) dan diroyat
(tulisan). Riwayat yang dimaksud disini adalah sesuai dengan yang
diturunkan oleh malaikat Jibril kepada baginda nabi Muhammad SAW).
Kapan pertama kali ilmu tajwid
ada? Siapa pencetusnya?
Secara riwayat, ilmu
tajwid pertama kali muncul pada zaman Rosulullah SAW dan beliau sendirilah
pencetusnya. Beliau yang telah membacakan Al Qur’an seperti yang diturunkan
oleh Jibril AS dari Allah SWT. Sementara, secara teori terdapat ikhtilaf
diantara para muhaqqiqin tentang siapakah yang pertama kali meletakkan
dasar-dasar ilmu tajwid. Ada yang mengatakan Abu Aswad Ad Duali. Ada yang
mengatakan Al Kholil bin Ahmad. Ada juga yang mengatakan Abu Ubaid Al Qasim bin
Salam. Wallahu ‘alam.
Apa sajakah objek kajian dalam
ilmu tajwid?
Segala hal yang berkaitan dengan
bagaimana cara menyempurnakan bacaan Al Qur’an mulai dari Tajwidul Huruf (Makharijul huruf, sifatul huruf, tafhim,
tarqiq, dll) hingga Tajwidul Kalimat (Hukum nun sukun, mim sukun, mad,
waqaf dan ibtida, dll).
Apa sajakah faidah mempelajari
ilmu tajwid?
Diantara faidah mempelajari ilmu
tajwid adalah,
Pertama, menjaga lisan dari
setiap kesalahan saat membaca Al Qur’an. Kedua, menjaga keaslian Al Qur’an
terutama dari sisi riwayat dan pengucapannya. Ketiga, mendapatkan pahala
yang berlimpah yang telah dijanjikan kepada para Ahlul Qur’an.
Berikut ini adalah beberapa
hadits yang berbicara tentang keutamaan Al Qur’an:
عن إبن
مسعد قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: من قرأ حرف من كتا بالله فله حسنة
والحسنة بعشرة امثالها. لااقا ل الم حرف, ولكن ألف حرف, م لام حرف, وميم حرف. (رواه
الترميذي)
Dari Ibnu Mas’ud
RA, Rosulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur’an,
maka baginya satu kebaikan. Dan setiap kebaikan akan dilipatgandakan menjadi
sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam itu satu huruf, melainkan
alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
عن
عبدالله بن عمر وقال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: يقال لصا حب القرأن اقرأ
ورتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا فإ ن منزلك عند اخر اية تقرؤها
Dari Abdullah bin
Amr bin Ash, Rosulullah SAW bersabda: “Dikatakan kepada sahabat Al Qur’an (saat
mereka masuk surga), baca dan naiklah. Kemudian, tartilkanlah sebagaimana
engkau mentartilkannya di dunia. Karena kedudukanmu terletak di akhir ayat yang
engkau baca.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad)
عن أنس
بن مالك قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: (انالله أهلين من الناس) قالوا:
يا رسول الله من هم؟ قال: هم أهل القرأن, هم أهل الله وخا صته
Dari Anas bin
Malik, Rosulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT memiliki keluarga dari
golongan manusia. Para sahabat bertanya: Ya Rosulullah, siapakah mereka itu?
Rosulullah menjawab: Mereka dalah Ahlul Qur’an. Mereka adalah keluarga Allah
SWT sekaligus hamba pilihan-Nya.”
قال من
قرأن وعمل بما قيه أليس والداه تاخا رسول الله صلي الله عليه وسلم عن سهل بن مهاذ
الجهني عن أبيه أن يوم القيامة ضوءهأحسن منضوأ الشمس في بيوت الدنيا لوكانت فيكم
فما ظنكم بالذي عمل بهاذا؟
Dari sahal bin
Mu’adz dari ayahnya, Rosulullah SAW bersabda: “Barangsiapa membaca Al Qur’an
kemudian mampu mengamalkan kandungannya (dalam kehidupan sehari-hari), maka
kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota kehormatan pada hari kiamat kelak.
Cahayanya lebih baik daripada cahaya matahari di alam dunia. Apabila dia ada
diantara kalian, bagaimana menurut kalian?” (HR. Abu Dawud, Hakim)
عن عا
ئشة قالت: : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم: المهر باالقرأن مع السفرة الكرام
البررة والذي يقرأ القرأن ويتتعتع فيه وهو عليه شاق له أجران.
Dari Aisyah RA,
Rosulullah SAW bersabda: “Orang yang mahir dengan Al Qur’an (kelak) bersama
dengan para malaikat yang mulia. Sementara orang yang terbata-bata dan lidahnya
tampak berat (ketika membaca), maka baginya 2 pahala.” (HR. Muslim)
Wallahu’alam.
Komentar
Posting Komentar