Langsung ke konten utama

Sekapur Sirih


بَسْمَ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan mengucap basmalah, blog ini resmi saya luncurkan. Pada mulanya, blog ini saya buat sebagai media share pengalaman, semacam diary. Namun, setelah saya fikirkan lagi, siapalah saya ini sampai-sampai kisah dan pengalaman hidup keseharian saya itu harus dituliskan segala? Disamping hanya membuang waktu, energi dan pikiran, pun tiada bermanfaat baik dunia maupun akhirat. Hingga kemudian terfikir oleh saya untuk mengubah seluruh frame-nya dan berubah menjadi seperti sekarang.
Blog ini berisi tentang catatan-catatan saya selama mengikuti program Daurah al Mahir bil Qur’an angkatan 7 di lembaga Indonesian Al Qur’an Centre (IAC). Melalui blog ini saya ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada,
1.       Bapak dan ibu yang senantiasa mendoakan saya
2.      Syaikh Khanova Maulana, Lc. Al Hafizh selaku guru yang telah mengajarkan ilmu tajwid secara luas dan tuntas (semoga Allah SWT merahmati beliau)
3.      Panitia Daurah al Mahir bil Qur’an angkatan 7
4.      Teh Isma Nadia selaku mentor grup Imam Ya’qub yang telah membimbing dengan sabar (semoga Allah SWT merahmati beliau)
5.      Teh Yanti Sam Amir, S.Pd., M.Pd. selaku rekan belajar sekaligus rekan diskusi yang sangat luar biasa
6.      Rekan-rekan di grup Imam Ya’qub (Teh Yanti, Teh Indri, Teh Febri, Teh Riri dan Teh Nadhilla) yang sangat luar biasa
7.       Ibu Teti Haryati, S.Pd.i. selaku ketua Rumah Tahfidz As Salam Cimahi yang telah bersedia menjadi orang tua kedua saya
8.      Ustadz Ahmadi Hasan, S.Pd.i selaku Daris Bahasa Arab di Rumah Tahfidz As Salam Cimahi yang telah membantu saya menerjemahkan kitab demi kitab
9.      Para santri tahfidz di Rumah Tahfidz As Salam Cimahi yang selalu memberikan doa dan dukungan terbaiknya untuk saya
Blog ini terinspirasi dari kalimat bijak Imam Ali RA,
“Ikatlah ilmu dengan tulisan.”
Dan sepenggal kalimat bijak dari guru kami, Syaikh Khanova Maulana, Lc. Al Hafizh,
Menulislah, jika kamu pernah hidup di dunia ini.”
Serta sepenggal kalimat bijak dari seorang pujangga modern,
“Sesungguhnya, tulisan yang baik adalah tulisan yang usianya melebihi usia penulisnya.”
Semoga, blog ini bermanfaat untuk umat, serta menjadi amal jariyah yang tidak akan pernah putus. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.

                                                                                                Cimahi, Oktober 2018


                                                                                                            Penulis

Berikut saya sertakan file matan Al Jazary format pdf dan audio mp3 recording Syaikh Khanova Maulana, Lc., Al Hafizh.



Semoga, blog ini bermanfaat untuk umat, serta menjadi amal jariyah yang tidak akan pernah putus. Aamiin yaa robbal ‘alamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matan Jazari: Pembagian Huruf dalam Ilmu Tajwid

Menurut Imam Ath Thiby dalam matannya bahwa huruf terbagi menjadi 3 macam, yakni: وَاسْتَعْمَلُوْأَيْضًا حُرُوْفَا زَائِدَةْ     عَليَ الَّذِي قَدَّمَتْهُالْفَائِدَةْ كَقَصْدِ تَخْفِيْفَ وَقَدْ تَفَزَّفَتْ     مِنْ تِلْكَ كَالْهَمْزَةَ حِيْنَ سُهِّلَتْ 1.       Huruf Ma’ani Huruf ma’ani adalah huruf yang memiliki makna meskipun berdiri sendiri. Contoh: وَ, بِ, لاَ 2.      Huruf Mabani Huruf mabani adalah huruf yang akan memiliki makna jika digabungkan dengan huruf lainnya. Contoh: قَ + لَ = قَلَ Huruf mabani, terbagi menjadi 2 macam, yakni: ü   Huruf Ashli Huruf ashli adalah huruf yang memiliki bunyi dan bentuk. Huruf ashli ini terbagi lagi menjadi 2 macam: ·          Huruf Hija’i Huruf hija’i adalah huruf yang bisa ditulis semua tapi tidak bisa dibaca seluruhnya. Dalam hal ini, huruf alif ( ا ) dan hamzah ( ء ) adalah...

Matan Jazari: Isti'adzah dan Basmalah

1.       Cara membaca isti’adzah dan basmalah pada awal surat: -           Waqaf di semua tempat (isti’adzah, basmalah dan awal surat) -           Washal di semua tempat -           Washal di isti’adzah dna basmalah, kemudian qotho’ di awal surat -           Memisahkan isti’adzah dengan basmalah, lalu meyambung basmalah dengan awal surat Tertulis dalam Taqribal Ma’ani Syarah Hizual Amani: إ ِذَا مَا أَوَدْتَ الدَّهْرَ تَقْرَأَ فَسْتَعِذْ     جِهَا رَأَ مِنَ الشَّيْطاَنِ بِا للهِ مُسْجَلآ عَلَي مَا أَتَي فِي النَّحْلِ يُسْرَأَ وَإِنْ تَزِدْ      لِرَبِّكَ تَنْزِيْهَا فَلَسْتَ مُجَهَّلآَ وَقَدْ ذَكَرُ وْا لَفْظُ الرَّسُوْلِ فَلَمْ يَزِدْ      وَلَوْ مَعَ هَذَا لنَّقْلُي لَمْ يُبْقِ مُجْمَلاَ Qurra’ ...

Matan Jazari: Tingkatan Bacaan Al Qur'an yang Shahih

وَرَتِّلِ الْقُرْأَنَ تَرْتيْلاً “...Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.” (QS. Al Muzammil: 4) Al Qur’an adalah firman-firman Allah SWT yang diturunkan secara mutawatir kepada Rosulullah SAW yang bernilai ibadah ketika membacanya. Dia adalah kitabul hidayah yang dalam membacanya memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan kitab apapun di dunia ini. Ayat diatas tadi secara jelas telah mengisyaratkan kepada kita tentang keharusan untuk membaca Al Qur’an secara baik dan benar. Bacaan yang baik dan benar inilah yang disebut dengan tartil, yaitu mampu mentajwidkan huruf-hurufnya serta memahami tempat-tempat pemberhentiannya. Secara umum terdapat tiga prinsip utama agar kita dapat membaca Al Qur’an dengan tartil, yakni: 1.        Fasih melafalkan huruf dalam berbagai kondisi 2.        Konsisten dengan harakat 3.        Menguasai pembacaan ayat-ayat asing/ gha...