Langsung ke konten utama

Matan Jazari: Bab Muqoddimah 3


Bait ke-4

وَبَعْدُ إِنَّ هَذِهِ مُقَدِّمَهْ     فِيْماَ عَليَ قاَرِئِهِ أَنْ يَعْلَمَهْ

Setelahnya, bahwa nama lengkap nadhom ini adalah AL MUQODDIMAH FII MAA YAJIBU ‘ALA QORI’IL QUR’ANI AN YA’LAMAH (disingkat matan Al Muqoddimah/matan Al Jazariyah) yang wajib diketahui oleh orang yang hendak membaca Al Qur’an

Mengapa harus matan Al Jazary?

Ada banyak matan-matan ilmu di dunia yang membahas tentang Tajwid. Tajwid adalah ilmu di bidang penjagaan keaslian Al Qur’an dari sisi riwayat (bunyi) dan diroyat (tulisan). Matan Al Jazariyah ini adalah salah satunya. Matan yang berjumlah 107 bait ini merupakan matan paling populer dan dipelajari diseluruh dunia. Imam Ibnu Al Jazary merupakan imam di kalangan muhaqqiqin (ulama tajwid dan qira’at) yang ilmu dan karya-karyanya menjadi rujukan dasar hingga kini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matan Jazari: Pembagian Huruf dalam Ilmu Tajwid

Menurut Imam Ath Thiby dalam matannya bahwa huruf terbagi menjadi 3 macam, yakni: وَاسْتَعْمَلُوْأَيْضًا حُرُوْفَا زَائِدَةْ     عَليَ الَّذِي قَدَّمَتْهُالْفَائِدَةْ كَقَصْدِ تَخْفِيْفَ وَقَدْ تَفَزَّفَتْ     مِنْ تِلْكَ كَالْهَمْزَةَ حِيْنَ سُهِّلَتْ 1.       Huruf Ma’ani Huruf ma’ani adalah huruf yang memiliki makna meskipun berdiri sendiri. Contoh: وَ, بِ, لاَ 2.      Huruf Mabani Huruf mabani adalah huruf yang akan memiliki makna jika digabungkan dengan huruf lainnya. Contoh: قَ + لَ = قَلَ Huruf mabani, terbagi menjadi 2 macam, yakni: ü   Huruf Ashli Huruf ashli adalah huruf yang memiliki bunyi dan bentuk. Huruf ashli ini terbagi lagi menjadi 2 macam: ·          Huruf Hija’i Huruf hija’i adalah huruf yang bisa ditulis semua tapi tidak bisa dibaca seluruhnya. Dalam hal ini, huruf alif ( ا ) dan hamzah ( ء ) adalah...

Matan Jazari: Isti'adzah dan Basmalah

1.       Cara membaca isti’adzah dan basmalah pada awal surat: -           Waqaf di semua tempat (isti’adzah, basmalah dan awal surat) -           Washal di semua tempat -           Washal di isti’adzah dna basmalah, kemudian qotho’ di awal surat -           Memisahkan isti’adzah dengan basmalah, lalu meyambung basmalah dengan awal surat Tertulis dalam Taqribal Ma’ani Syarah Hizual Amani: إ ِذَا مَا أَوَدْتَ الدَّهْرَ تَقْرَأَ فَسْتَعِذْ     جِهَا رَأَ مِنَ الشَّيْطاَنِ بِا للهِ مُسْجَلآ عَلَي مَا أَتَي فِي النَّحْلِ يُسْرَأَ وَإِنْ تَزِدْ      لِرَبِّكَ تَنْزِيْهَا فَلَسْتَ مُجَهَّلآَ وَقَدْ ذَكَرُ وْا لَفْظُ الرَّسُوْلِ فَلَمْ يَزِدْ      وَلَوْ مَعَ هَذَا لنَّقْلُي لَمْ يُبْقِ مُجْمَلاَ Qurra’ ...

Matan Jazari: Tingkatan Bacaan Al Qur'an yang Shahih

وَرَتِّلِ الْقُرْأَنَ تَرْتيْلاً “...Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.” (QS. Al Muzammil: 4) Al Qur’an adalah firman-firman Allah SWT yang diturunkan secara mutawatir kepada Rosulullah SAW yang bernilai ibadah ketika membacanya. Dia adalah kitabul hidayah yang dalam membacanya memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan kitab apapun di dunia ini. Ayat diatas tadi secara jelas telah mengisyaratkan kepada kita tentang keharusan untuk membaca Al Qur’an secara baik dan benar. Bacaan yang baik dan benar inilah yang disebut dengan tartil, yaitu mampu mentajwidkan huruf-hurufnya serta memahami tempat-tempat pemberhentiannya. Secara umum terdapat tiga prinsip utama agar kita dapat membaca Al Qur’an dengan tartil, yakni: 1.        Fasih melafalkan huruf dalam berbagai kondisi 2.        Konsisten dengan harakat 3.        Menguasai pembacaan ayat-ayat asing/ gha...